GRUJUGAN KIDUL, Radar Ijen – Kondisi jalan rusak yang berada di Desa Grujugan Kidul memantik warga untuk bergotong-royong menambal dengan cor semen, Sabtu (20/5). Warga menutup kubangan jalan kabupaten tersebut untuk membantu pemerintah yang anggarannya minimalis untuk perbaikan jalan.
Sebagaimana diketahui, Pemkab Bondowoso masih menyisakan 208 kilometer perbaikan jalan yang diprioritaskan di akhir masa kepemimpinan Bupati Salwa Arifin. Kepala Desa Grujugan Kidul Yus Erfan mengatakan, gerakan menambal jalan yang dilakukan oleh warganya tersebut tidak lain untuk membantu pemerintah. Sebab, anggaran perbaikan jalan dinilai cukup minim, sehingga butuh tangan masyarakat untuk membantu. “Memang ini bentuk kepedulian warga kepada pemerintah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Dia juga mengungkapkan, gerakan tambal sulam tersebut tidak ada niatan untuk menjelekkan pemerintah. Menurutnya, lebih kepada kesadaran masyarakat dalam membantu pembangunan pemerintah. “Jadi, dalam artian ini bukan menyudutkan pemerintah, namun kesadaran masyarakat untuk membantu pemerintah. Ini yang perlu digarisbawahi,” tuturnya.
Yus Erfan menjelaskan, anggaran Pemkab Bondowoso saat ini cukup minim, bahkan kekurangan. Dia menilai, dengan melakukan penambalan tersebut, warga bisa membantu pemerintah dalam hal pembangunan. “Anggapannya, peduli dan berperan aktif dalam pembangunan,” paparnya.
Selanjutnya, pihaknya masih berencana untuk melakukan tambal sulam lagi, “Insyaallah akan ada lagi penambalan jalan, sampai perbatasan Desa Kejawan dan Pejagan,” pungkasnya. (mun/c2/dwi)
Sumber:
https://radarjember.jawapos.com/bondowoso/2305220021/akhirnya-warga-tambal-jalan-sendiri